Tepat Sasaran
Berlangganan buletin
Berlangganan
#297Januari 2026

Tepat Sasaran

kembali ke daftar isi

Rosatom merupakan salah satu pemimpin dunia dalam pasokan isotop medis. Isotop ini menjadi dasar radiofarmaka yang memungkinkan diagnosis dan pengobatan penyakit-penyakit berat. Korporasi negara Rusia ini juga mengembangkan secara aktif berbagai bidang lain dalam kedokteran nuklir, sekaligus mendorong kerja sama internasional di ranah tersebut.

Kedokteran nuklir mencakup beragam bidang, baik diagnostik maupun terapeutik. Contohnya adalah tomografi emisi positron (PET) dan tomografi terkomputasi emisi foton tunggal (SPECT). Pada PET, pasien diberikan radiofarmaka yang memancarkan positron, lalu radiasi gamma yang dihasilkan dideteksi. Hal ini memungkinkan penilaian intensitas proses metabolik di jaringan. SPECT adalah metode pencitraan yang menggunakan radiofarmaka pemancar foton. Pemeriksaan ini memperlihatkan perubahan fungsional pada jaringan dan organ.

Pendekatan modern dalam pelaksanaan penelitian semacam ini dibahas oleh perwakilan Rusia, Jepang, India, Brasil, Arab Saudi, Amerika Serikat, serta organisasi internasional dalam Kongres ke-4 Kedokteran Nuklir 2025 yang berlangsung pada bulan Desember. Para ahli memaparkan laporan mengenai karakteristik teknis pengoperasian peralatan, metode interpretasi hasil, serta isu kendali mutu citra.

Topik penting lainnya adalah pemanfaatan radionuklida baru, personalisasi dosis radioaktivitas yang digunakan, serta pencegahan efek samping selama terapi. Perhatian juga diberikan pada metode terapi kombinasi dan kolaborasi antartenaga ahli dari berbagai bidang, termasuk pelatihan bagi para spesialis.

Presiden kongres sekaligus Direktur Jenderal Institut Riset Radiologi Klinis dan Eksperimental pada Lembaga Anggaran Negara Federal “Pusat Penelitian Medis Nasional Onkologi bernama N. N. Blokhin” Boris Dolgushin menjelaskan kekhasan terapi penangkapan neutron boron (BNCT). Ini adalah metode terapi untuk tumor ganas, ketika ke dalam tubuh diberikan preparat yang mengandung boron-10. Boron-10 terakumulasi di sel kanker, kemudian tumor diiradiasi dengan berkas neutron yang diserap oleh inti boron. Hasilnya adalah reaksi nuklir lokal di dalam sel kanker yang menghancurkannya, sementara jaringan sehat tidak terdampak.

Pusat tersebut tengah bersiap mengimplementasikan teknologi baru bagi organisasi ini, yang pengembangannya juga melibatkan Rosatom.

Tema benang merah konferensi adalah transisi Rusia menuju pengobatan personal (personalized medicine), yang berfokus pada pemilihan skema terapi individual untuk setiap pasien dengan mempertimbangkan karakteristik genetik dan faktor lain.

Pada bulan November, Rosatom menyelenggarakan seminar tentang kedokteran nuklir di Aljazair. Menteri Energi dan Sumber Energi Terbarukan Aljazair, Murad Ajal, menekankan bahwa atas arahan Presiden negara tersebut, pemerintah Aljazair memberi perhatian besar pada upaya melawan kanker dan pengembangan kedokteran nuklir. Para pakar Rosatom memaparkan kapabilitas korporasi negara dalam memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup, termasuk pasokan isotop medis, obat radiofarmaka serta solusi di bidang prostetik, termasuk dengan penerapan teknologi aditif; pengembangan dan produksi peralatan diagnostik dan terapeutik; pembangunan fasilitas infrastruktur medis dan pusat multifungsi untuk pengolahan produk medis dan pangan; serta layanan wisata medis.

“Kami siap mengembangkan kerja sama dengan mitra kami di Aljazair agar solusi-solusi ini juga dapat diakses di sini,” ujar Wakil Direktur Jenderal Rosatom Timur Tengah dan Afrika Utara, Igor Palamarchuk.

Secara keseluruhan, Rosatom menaruh perhatian besar pada pembentukan kolaborasi ilmiah dan keahlian internasional yang berfokus pada pengembangan radiofarmaka, perangkat medis, serta persiapan uji klinis multisenter.

Radiofarmaka

Kegiatan Rosatom di bidang kedokteran nuklir mencakup seluruh rantai proses, mulai dari produksi radionuklida medis hingga penerapan solusi radiofarmasi yang telah terbukti efektif maupun yang paling mutakhir dan prospektif di pasar internasional. Salah satu prioritas utamanya adalah produksi dan ekspor isotop medis serta produk berbasis radionuklida.

Rosatom telah mematenkan teknologi pembuatan preparat radioaktif berbasis aktinium-225. Isotop ini merupakan emitor alfa dan dianggap sebagai salah satu yang paling menjanjikan untuk terapi penyakit onkologi. Di dunia, hanya ada empat produsen aktinium-225, dan salah satunya adalah Rosatom.

Di Rusia, telah terdaftar radiofarmaka berbasis isotop radium-223 yang diproduksi oleh Rosatom, yaitu Rakurs (223Ra). Obat ini digunakan dalam terapi radionuklida pada pasien kanker prostat dan memiliki prospek besar untuk pengobatan metastasis tulang pada lokasi tumor lainnya.

Berdasarkan isotop lutetium-177, yang juga diproduksi oleh Rosatom, di Rusia telah digunakan obat untuk terapi tumor neuroendokrin. Zat aktif dalam obat tersebut, oktreotid, berikatan dengan reseptor di permukaan tumor, sementara lutetium-177 memancarkan energi yang merusak jaringan tumor. Berkat kombinasi ini, lutetium-177 yang masuk ke dalam tubuh dapat menghancurkan sel tumor dengan dampak minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.

Produk dan solusi Rosatom di bidang kedokteran nuklir dipasok ke negara-negara di Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Produk-produk ini digunakan untuk diagnosis dan terapi lebih dari 2,5 juta pasien per tahun. Keunggulan kompetitif Rosatom di pasar internasional adalah luasnya portofolio: generator radionuklida medis, radiofarmaka siap pakai dan kit diagnostik untuk penerapan di bidang onkologi, kardiologi, nefrologi, dan endokrinologi, serta produk untuk radioimunoasai dan senyawa berlabel yang digunakan dalam penelitian ilmiah maupun terapan. Berlandaskan portofolio tersebut, Rosatom menyusun penawaran terpadu bagi mitra luar negeri yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.