Beton untuk PLTN Uzbekistan
Berlangganan buletin
Berlangganan
#300April 2026

Beton untuk PLTN Uzbekistan

kembali ke daftar isi

Pada 24 Maret, di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uzbekistan, pekerjaan pengecoran beton dimulai sebagai persiapan fondasi menuju dimulainya konstruksi secara resmi. Pada hari yang sama, Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, dan Direktur Uzatom, Azim Akhmedkhadjaev, menandatangani dokumen yang memperluas kerja sama Uzbekistan dengan Rosatom.

Di lokasi di Distrik Farish, Provinsi Jizzakh, para pekerja memulai pekerjaan persiapan beton untuk pembangunan unit daya pertama dengan reaktor RITM-200N: meratakan dasar, memasang sistem kedap air, serta sistem pentanahan. Pada tahap ini akan digunakan sekitar 900 meter kubik beton. Sebelumnya, Uzatom telah memperoleh izin penggunaan lokasi untuk penempatan unit daya dengan dua instalasi reaktor RITM-200N. Pengecoran beton pertama untuk pelat pondasi bangunan pulau nuklir direncanakan dilakukan tahun ini. Secara paralel, proses fabrikasi reaktor juga sedang berlangsung.

PLTN di Uzbekistan akan menjadi yang pertama di dunia yang menempatkan dua jenis unit daya dalam satu lokasi: dua unit berkapasitas masing-masing 1000 MW dengan reaktor VVER-1000, serta dua unit tambahan masing-masing 55 MW dengan reaktor RITM-200N. Konfigurasi ini ditetapkan dalam perjanjian tambahan terhadap kontrak pembangunan PLTN. Dokumen tersebut ditandatangani pada hari dimulainya pekerjaan beton persiapan oleh Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev dan Direktur Uzatom Azim Akhmedkhadjaev.

Pada kapasitas penuh, keempat unit akan menghasilkan sekitar 17,2 miliar kWh listrik per tahun, memenuhi hingga 14% dari total konsumsi energi Uzbekistan. Jumlah ini hampir cukup untuk memasok listrik ke kota-kota besar negara tersebut seperti Toshkent, Samarqand, dan Bukhara. Kombinasi unit dengan kapasitas berbeda memungkinkan pemenuhan beban dasar maupun beban puncak. Infrastruktur stasiun yang terpadu akan menekan biaya investasi dan operasional.

Lebih dari Sekadar PLTN

Alexey Likhachev dan Azim Akhmedkhadjaev juga menandatangani peta jalan kerja sama di bidang nuklir dan sektor terkait. Dokumen tersebut mencakup arah utama kolaborasi dalam pembangunan PLTN: pengembangan sumber daya manusia, pembangunan kota satelit di sekitar PLTN, serta edukasi publik mengenai teknologi nuklir modern. Pada hari yang sama, presiden kedua negara juga membahas pembangunan PLTN melalui percakapan telepon.

Rosatom tidak hanya menawarkan pembangunan kota modern dan nyaman di sekitar PLTN, tetapi juga mengembangkannya sebagai kota sains, yaitu pusat pengembangan kedokteran nuklir, ilmu material, serta pemrosesan menggunakan radiasi pengion untuk benih, produk pangan, perangkat medis, dan lainnya. Nota kesepahaman mengenai kerja sama dalam pembentukan pusat multifungsi pengolahan radiasi pengion ditandatangani pada Juni 2025.

Uzbekistan telah lama bekerja sama dengan Rosatom di berbagai bidang. Pada tahun 2019, cabang Universitas Riset Nuklir Nasional Rusia MEPhI mulai beroperasi di Toshkent sebagai universitas mitra utama korporasi negara tersebut. Tahun ini, pelatihan magang pertama bagi spesialis Uzbekistan berlangsung di Akademi Teknis Rosatom. Divisi bahan bakar Rosatom memasok bahan bakar untuk reaktor riset milik Institut Fisika Nuklir Akademi Ilmu Pengetahuan Uzbekistan. Kedua pihak juga bekerja sama dalam dekomisioning fasilitas nuklir dan pengelolaan limbah radioaktif. Selain itu, institut tersebut bergabung dalam konsorsium berbasis reaktor riset multifungsi generasi keempat MBIR yang sedang dibangun oleh Rosatom di kota Dimitrovgrad.

Pengalaman Sukses VVER

Reaktor VVER-1000 berkapasitas 1000 MW telah beroperasi dengan sukses di Rusia dan sejumlah negara lain. Empat unit daya di PLTN Tianwan di Tiongkok, misalnya, beberapa kali diakui sebagai yang paling aman di dunia berdasarkan sejumlah indikator. Dua unit pertama PLTN Kudankulam di India dengan reaktor VVER-1000 telah menghasilkan 100 miliar kWh listrik ke dalam sistem energi nasional, menunjukkan efisiensi yang melampaui desain awal.

Reaktor RITM-200N merupakan bagian dari keluarga reaktor RITM-200 yang dikembangkan untuk kapal pemecah es nuklir, pembangkit listrik tenaga nuklir terapung, serta PLTN darat berkapasitas kecil. Reaktor ini menggunakan modul pembangkit uap integral dengan dimensi minimum, teras reaktor inovatif dengan masa operasi energi yang lebih panjang, serta generator uap dengan permukaan pertukaran panas yang kompak. Struktur sistem operasi normal dan sistem keselamatan memenuhi standar keselamatan modern, ketahanan sistem, dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus memastikan kemudahan pemeliharaan dan karakteristik operasional yang unggul.