Rosatom dan Indonesia: Dialog Strategis
kembali ke daftar isiRosatom tengah membangun kerja sama dengan Indonesia. Pada Mei, kerja sama ini mencapai tingkat tertinggi: Direktur Jenderal korporasi negara tersebut, Alexey Likhachev, bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Tentang bagaimana kondisi sektor energi Indonesia saat ini dan bidang kerja sama apa saja yang menarik bagi kedua pihak, berikut penjelasan Anna Belokoneva, Kepala Kantor Rosatom di Indonesia.
Menurut Anda, mengapa Indonesia tertarik menggunakan energi nuklir?
Indonesia adalah negara yang berkembang sangat dinamis, dengan penduduk muda yang jumlahnya terus bertambah cepat. Seiring pertumbuhan ekonomi, konsumsi listrik juga meningkat. Karena itu, isu energi menjadi sangat penting, terlebih dengan mempertimbangkan perkembangan geopolitik saat ini.
Rencana pembangunan PLTN di Indonesia sudah lebih dari sekali dibahas. Para pelaku lama di bidang ini bahkan sering mengatakan, “Kami bukanlah newcomer, tapi kami adalah latecomer,” maksudnya Indonesia bukan pendatang baru, melainkan pihak yang datang belakangan setelah berkali-kali mencoba memasukkan energi nuklir ke dalam bauran energi nasional. Namun, hari ini tampaknya rencana tersebut memiliki peluang nyata untuk diwujudkan: energi nuklir telah masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, baik jangka pendek, yaitu 500 MW hingga 2033, maupun jangka panjang, yaitu 35 GW hingga 2060. Saat ini masa depan pengembangan industri energi nuklir nasional Indonesia sedang ditentukan, dan kompetensi Rosatom dibutuhkan seperti belum pernah sebelumnya.
Kebutuhan apa saja dari ekonomi Indonesia yang tumbuh pesat yang dapat dipenuhi oleh pembangkitan listrik tenaga nuklir?
Peran proyek pembangunan PLTN bagi Indonesia, seperti juga bagi negara mana pun, tidak terbatas hanya pada penyediaan listrik. Pertama, proyek seperti ini memberikan dampak sosial-ekonomi tambahan, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga pengembangan bidang-bidang ilmu pengetahuan baru yang dibawa oleh teknologi nuklir.
Kedua, Indonesia telah menetapkan target mencapai Net Zero Emissions (NZE) atau emisi nol bersih, pada 2060. Pemerintah memahami bahwa target ini tidak mungkin dicapai tanpa porsi pembangkitan nuklir yang signifikan. Berbeda dari sebagian besar sumber energi rendah karbon lainnya, PLTN mampu menyediakan daya beban dasar. Karena itu, pembangkitan nuklir dimasukkan ke dalam rencana tenaga listrik nasional.
Ketiga, pembangkitan nuklir juga merupakan persoalan ketahanan energi nasional. Siklus hidup PLTN setidaknya mencapai 60 tahun, sementara harga listrik yang dihasilkannya jauh lebih sedikit bergantung pada fluktuasi global harga sumber energi.

Alasan penting lainnya di balik meningkatnya perhatian terhadap nuklir adalah perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan. Pusat-pusat data yang saat ini aktif dibangun di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan listrik bersih yang stabil dalam jumlah besar, dan kebutuhan seperti itu dapat dipenuhi justru oleh PLTN.
Perlu juga diingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar, terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau. Untuk pulau-pulau tersebut, terutama wilayah terpencil yang listriknya sering kali dihasilkan dengan diesel yang mahal, tawaran unik Rosatom berupa pembangkit listrik tenaga nuklir terapung, PLTN terapung, menjadi solusi yang ideal. PLTN terapung dapat ditempatkan di wilayah yang tidak memungkinkan pembangunan PLTN darat berukuran besar karena kondisi geografis dan seismik, atau karena konsumsi listrik yang terbatas.
Apakah Indonesia memiliki pengalaman menggunakan teknologi nuklir di sektor non-energi?
Ya, benar. Dalam teknologi nuklir dan radiasi non-energi, Indonesia bukan pemain baru. Di negara ini beroperasi tiga reaktor riset. Semuanya berada di Pulau Jawa dan mulai beroperasi masing-masing pada 1965, 1979, dan 1987. Indonesia memiliki pengalaman dalam produksi bahan bakar untuk reaktor-reaktor tersebut, serta dalam produksi isotop di reaktor-reaktor itu. Bidang-bidang ini juga sedang kami diskusikan dengan rekan-rekan Indonesia sebagai arah kerja sama.
Bisakah Anda menggambarkan seperti apa infrastruktur nuklir nasional Indonesia?
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), yang sebelumnya ada sebagai lembaga nasional energi nuklir, secara aktif mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir di sektor-sektor non-energi. Pada 2021, BATAN menjadi bagian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Saat ini riset nuklir ditangani oleh organisasi riset tersendiri di bawah BRIN, yaitu Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN). Lembaga ini memiliki pengalaman dalam produksi isotop dan radiofarmaka, serta dalam pemrosesan produk dengan radiasi. Selain itu, Indonesia memiliki regulator nuklir sendiri, yaitu Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), yang secara aktif bekerja sama dengan IAEA. Kerangka regulasi untuk pengembangan energi nuklir juga telah dibangun. Kajian nuklir dipelajari di perguruan tinggi terkemuka Indonesia, seperti ITB, UGM, dan Politeknik Nuklir Indonesia.
Pengembangan energi nuklir mendapat dukungan aktif dari pemerintah Indonesia. Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah beberapa kali membahas isu ini dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada 12 Mei tahun ini, Presiden Prabowo bertemu dengan Kepala Rosatom Alexey Likhachev. Dalam pertemuan tersebut, selain Presiden, hadir pula para menteri serta kepala lembaga dan organisasi utama yang menjadi pemangku kepentingan program nuklir nasional Indonesia. Para peserta membahas kerja sama di bidang pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, termasuk proyek pembangkitan listrik tenaga nuklir dan infrastruktur nuklir, penyiapan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi nuklir di sektor non-energi.

Bagaimana masyarakat Indonesia memandang energi nuklir?
Belum semua orang memahami dengan baik keunggulan teknologi nuklir. Banyak yang masih memiliki kekhawatiran dan stereotip tertentu. Karena itu, di kalangan para pemangku kepentingan pengembangan energi nuklir ada pemahaman bahwa salah satu tugas utama saat ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang keselamatan PLTN modern, serta tentang dampak jangka panjangnya bagi pembangunan daerah, kesejahteraan warga, dan kedaulatan nasional.
Dalam konteks ini, rekam jejak teknologi nuklir kami menjadi sangat penting. PLTN Rusia generasi terbaru berhasil beroperasi baik di Rusia maupun di luar negeri, dan Rosatom telah mengumpulkan pengalaman unik dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di negara-negara lain.
Tolong ceritakan tentang pekerjaan Anda dalam memopulerkan teknologi nuklir di Indonesia.
Kami menawarkan kepada para mitra kesempatan untuk melihat langsung keandalan teknologi nuklir Rusia: kami secara rutin menyelenggarakan kunjungan ke PLTN berdesain Rusia. Dalam dua tahun terakhir, beberapa delegasi resmi Indonesia telah mengunjungi PLTN Kalinin dan PLTN Leningrad. Kelompok jurnalis Indonesia juga sudah dua kali datang ke PLTN terapung di Pevek, mengunjungi PLTN Kalinin, pabrik tempat reaktor modular kecil RITM diproduksi, serta Museum Atom.
Pengalaman yang tak terlupakan juga dirasakan oleh anak SMA Indonesia Priya Wicaksono dan Profesor Topan Setiadipura ketika mereka mengikuti ekspedisi Arktik internasional “Pemecah Es Pengetahuan 2025” yang diselenggarakan oleh Rosatom. Bersama siswa sekolah, mahasiswa, dan ilmuwan dari 21 negara, mereka berangkat ke Kutub Utara dengan kapal pemecah es nuklir. Priya mengibarkan bendera nasional Indonesia di “puncak” planet ini pada 17 Agustus 2025, tepat pada peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus pada hari ulang tahunnya.
Selain itu, kami melaksanakan proyek-proyek di Indonesia yang bertujuan menyebarluaskan pengetahuan tentang teknologi nuklir di kalangan generasi muda. Misalnya, bekerja sama dengan BRIN dan Universitas Politeknik Tomsk, pada 2025 kami menyelenggarakan tahap nasional kompetisi mahasiswa internasional Global HackAtom. Sebanyak 39 tim dari berbagai universitas di Indonesia mengajukan pendaftaran. Dalam rangka kompetisi tersebut, para pakar Rusia memberikan kuliah tentang teknologi nuklir dan radiasi Rusia serta perannya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Para mahasiswa mengajukan banyak pertanyaan menarik. Tim pemenang dari Universitas Padjadjaran berangkat ke final hackathon di Moskow dan meraih juara kedua.
Cara yang lebih mendalam untuk mengenal dunia nuklir Rusia adalah pendidikan mahasiswa Indonesia di Rusia pada bidang-bidang spesialisasi nuklir. Saat ini terdapat 29 mahasiswa seperti itu. Untuk tahun akademik berikutnya, telah dialokasikan 13 beasiswa. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para lulusan selama belajar dan menjalani praktik di Rusia akan membantu memperkuat kepercayaan terhadap teknologi nuklir Rusia.
Kami juga memperkenalkan teknologi nuklir kepada lapisan masyarakat Indonesia yang lebih luas. Pada 2025, dua nelayan Indonesia dari Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti turnamen memancing bertema nuklir, yaitu kompetisi internasional bagi pemancing amatir yang diselenggarakan oleh Rosatom. Tahun lalu, turnamen ini berlangsung di dekat lokasi pembangunan PLTN Akkuyu di Turki. Para peserta mengunjungi lokasi tersebut dan berbincang dengan warga setempat. Setelah pulang, mereka menceritakan kesan-kesan mereka kepada teman dan tetangga. Tahun ini, kompetisi serupa akan berlangsung di Rusia di dekat salah satu PLTN, dan kami juga mengharapkan keikutsertaan nelayan Indonesia di dalamnya.

Tolong ceritakan tentang kekhasan budaya Indonesia.
Orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat ramah dan santun. Mereka tidak pelit memberi senyum, kata-kata baik, dan suguhan. Dalam budaya korporat di Indonesia, komunikasi yang tajam atau terlalu formal tidak lazim. Dalam komunikasi profesional, sikap tidak terkendali, tekanan, dan posisi yang terlalu kaku tidak dapat diterima. Baik dalam negosiasi maupun dalam acara bisnis, para mitra berusaha menciptakan suasana yang nyaman.
Kepercayaan di antara para mitra sangat penting, dan kepercayaan itu terbentuk melalui komunikasi pribadi yang berlangsung cukup lama. Sering kali, keputusan diambil melalui pembahasan bersama, diskusi, dan pencarian kompromi.
Di Indonesia, kita perlu bersikap fleksibel terhadap jadwal dan tenggat waktu. Ciri lain budaya setempat adalah tidak adanya penolakan langsung. Hubungan pribadi yang saling percaya dengan mitra membantu memahami posisi sebenarnya dalam suatu isu. Seiring waktu, berkembang pula kemampuan untuk “membaca yang tersirat” dan menangkap isyarat. Jika diperlukan, jangan takut membahas pertanyaan yang sama beberapa kali, bertanya ulang, dan mengklarifikasi agar benar-benar memahami posisi mitra.
Satu lagi sifat orang Indonesia yang sangat saya kagumi adalah penghormatan besar terhadap warisan budaya mereka, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sebagian besar konferensi dimulai dengan penampilan kelompok tari dalam busana nasional, biasanya menampilkan tarian yang berakar pada tradisi berbagai suku bangsa di Indonesia. Sementara itu, pakaian dengan ornamen nasional yang dibuat dengan teknik batik merupakan kode busana formal yang diakui. Pakaian ini diterima baik dalam pertemuan bisnis maupun dalam acara di tingkat tertinggi. Bahkan di sekolah, satu hari dalam seminggu para siswa wajib datang mengenakan batik atau kebaya, pakaian tradisional perempuan. Jika orang asing datang ke negosiasi dengan mengenakan batik berlengan panjang, hal itu akan dipandang sebagai tanda penghormatan.

