Dibutuhkan Para Ahli, Pencipta, dan Pencari
kembali ke daftar isiMusim ketujuh proyek “Pemecah Es Pengetahuan” (“Icebreaker of Knowledge”), yang diselenggarakan dengan dukungan Rosatom, telah dimulai. Kompetisi untuk remaja berusia 14–16 tahun ini akan berlangsung di Rusia dan 22 negara lain di dunia. Para pemenang akan berangkat dalam ekspedisi ke Kutub Utara dengan kapal pemecah es nuklir “50 Let Pobedy”.
Tahun ini, para peserta akan berkompetisi dalam tiga jalur: “Pencari”, yang ditujukan bagi calon ilmuwan, peneliti, dan jurnalis sains; “Pencipta”, bagi anak muda yang melihat dirinya sebagai insinyur, perancang, dan konstruktor; serta “Ahli”, bagi mereka yang tertarik menekuni profesi kejuruan. Jalur “Ahli” untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam kompetisi. “Saat ini, teknisi penyetel, spesialis sistem produksi digital, dan perwakilan profesi kejuruan lainnya menikmati permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Pendidikan Federasi Rusia Sergey Kravtsov saat mengomentari inovasi tersebut.
Setelah memilih jalur, para peserta mengikuti webinar yang menghadirkan ilmuwan, insinyur, dan para ahli dari Rosatom. Pada akhir setiap webinar, peserta menjawab pertanyaan penguji, dan jawaban mereka diberi poin. Setelah itu, mereka mengikuti tes ketahanan terhadap stres, wawasan umum, serta kemampuan memecahkan kasus tematik secara kreatif. Tugas-tugas yang diberikan dibuat sedekat mungkin dengan realitas produksi di industri nuklir. Di Rusia, lebih dari 73 ribu orang mengikuti seleksi. Sebanyak 240 orang lolos ke tahap berikutnya, yakni membuat video berdasarkan tugas tematik.
Di Rusia, proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan asal wilayah peserta. Sebanyak 96 siswa sekolah dan mahasiswa yang menunjukkan hasil terbaik pada tahap daring, masing-masing empat orang dari setiap distrik federal Rusia, datang ke semifinal tatap muka. Di sana, para peserta menyelesaikan tugas praktis yang dihadapi industri nuklir dalam bidang-bidang seperti energi nuklir, teknologi kuantum, kedokteran nuklir, dan pembangunan berkelanjutan Arktik. Pada babak final yang berlangsung di Moskow pada Juni, dua tim dari setiap distrik berkompetisi satu sama lain. Tim dengan hasil terbaik akan berangkat ke Kutub Utara.

Anak-anak muda dari Armenia, Bangladesh, Belarus, Bolivia, Brasil, Hungaria, Vietnam, Mesir, India, Indonesia, Kazakhstan, Tiongkok, Kirgizstan, Mongolia, Myanmar, Namibia, Rwanda, Serbia, Tanzania, Turki, Uzbekistan, dan Afrika Selatan mengikuti proyek “Pemecah Es Pengetahuan” untuk tahun ketiga berturut-turut. Tahun ini, seleksi kompetisi berlangsung pada 5 Mei hingga 15 Juni dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah kuis sains. Tahap kedua adalah penyelesaian tugas berdasarkan rangkaian webinar tentang tema-tema yang penting bagi Rosatom. Sepuluh finalis di setiap negara yang memperoleh poin tertinggi dari dua tahap pertama kemudian membuat video perkenalan diri sesuai tema tugas final. Pada akhirnya, satu perwakilan dari setiap negara akan berangkat dengan kapal pemecah es tersebut.
Beberapa peserta lain juga akan berkesempatan mengunjungi Kutub Utara berdasarkan hasil kompetisi “Bolshaya Peremena” serta proyek-proyek edukasi internasional, federal, regional, dan sektoral lainnya.
Selama 10 hari di atas kapal pemecah es nuklir, para siswa akan meneliti Arktik bersama para pakar terbaik, komunikator sains, dan blogger. Para peserta akan menjalani program pendidikan yang padat. Sementara di luar kapal, mereka akan berhadapan dengan Arktik yang keras: gunung es dan hamparan es, beruang kutub, koloni burung laut, dan jika beruntung, paus.
Proyek sains dan edukasi “Pemecah Es Pengetahuan” memopulerkan ilmu pengetahuan alam dan teknologi industri nuklir, mendukung anak-anak berbakat, serta membantu mengembangkan kemampuan dan orientasi karier mereka. Dalam enam musim sebelumnya, lebih dari 400 siswa sekolah dan mahasiswa dari berbagai negara telah menjadi peserta ekspedisi Arktik. Kapal pemecah es “50 Let Pobedy”, bersama tujuh kapal pemecah es nuklir lainnya, merupakan bagian dari Atomflot, perusahaan Rosatom. Rusia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki armada kapal pemecah es nuklir.

